Wednesday, 17 September 2014

WONDERFUL INDONESIA: Raja Ampat, Wisata Alam Bawah Laut Impianku

Raja Ampat, West Papua, Indonesia
Sumber: credit

Jujur saya belum pernah pergi ke Papua, apalagi ke Raja Ampat
Bahkan membayangkannya saja belum pernah. Selain lokasinya yang terlalu jauh bagi saya, tentu saja juga butuh dana yang besar untuk pergi kesana. Pulau yang pernah saya kunjungi baru Pulau Bali dan Pulau Lombok, itupun karena memang ada tugas bekerja di sana.

Tapi ketika saya browse gambar-gambar Wisata Laut Raja Ampat di internet, tepatnya di web http://www.indonesia.travel/id/destination/248/raja-ampat , aah! ada sesuatu yang menyesak di dalam dada saya ketika melihat betapa indahnya Raja Ampat. Yang ada hanya kata wow!, wow! dan wow! 
Amboi! benar-benar seperti surga dunia. Saat pertama kali melihat, saya langsung teringat gambar-gambar pemandangan khayalan yang ada di negeri dongeng, saking indahnya sampai bingung saya mau melukiskannya dengan kata-kata.  Sampai akhirnya saya tersadar bahwa inilah kekayaan alam Indonesia Timur, kekayaan alam laut yang masih murni dan harus dijaga kelestariannya.

Seiring dengan rasa penasaran saya, tangan dan pikiran saya seakan kompak bekerjasama untuk terus mencari informasi seputar Raja Ampat yang ternyata sudah mendunia ini. Jari jemari saya terus mengetik, sementara pikiran saya terus berputar untuk mengorek habis informasi tentang Raja Ampat di internet, dan ternyata hati saya mengikuti ritme tersebut yang akhirnya menghasilkan perasaan yang sangat sulit diungkapkan, antara decak kagum akan keindahan Raja Ampat, dan bersyukur banget karena Raja Ampat adalah milik Indonesia. Dan, semakin banyak informasi yang saya dapat tentang Raja Ampat, keinginan untuk merealisasikan berlibur menikmati surga dunia Raja Ampat bersama keluargapun semakin membara. Ya,  sepertinya harus mulai menabung nih untuk berwisata ke Raja Ampat, surganya wisata laut dunia.

Dimanakah lokasi Raja Ampat?

RAJA AMPAT adalah nama sebuah kabupaten di propinsi Papua Barat, Indonesia. Kabupaten Raja Ampat beribukota di Waisai. Di peta, kabupaten Raja Ampat ini terlihat berada di bagian Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua.  Kepulauan Raja Ampat terletak di coral triangle di Asia Pasifik, yaitu daerah segitiga karang dunia dimana taman bawah lautnya menyimpan sekitar 75% jenis ikan hias dan karang yang ada di dunia.

Peta Papua Barat, terlihat Raja Ampat terletak di dekat Kepala Burung.
Sumber : credit

Raja Ampat terdiri dari gugusan pulau-pulau indah

Raja Ampat merupakan daerah kepulauan yang memiliki 610 pulau. Sementara hanya 35 pulau saja yang berpenghuni, sedangkan sisanya tidak berpenghuni dan sebagian besar belum mempunyai nama. Empat gugusan pulaunya yang besar dan berdekatan adalah Pulau Misool, Pulau Salawati, Pulau Batanta dan Pulau Waigeo.

Nah inilah gambar Kepulauan Raja Ampat.
Sumber: credit

Legenda Raja Ampat

Berdasar cerita mitos masyarakat setempat, pada jaman dahulu di Teluk Kabui Kampung Wawiyai ada sepasang suami istri yang menemukan enam butir telur naga pada saat mencari makanan di dalam hutan. Telur itu ditemukan di tepi sungai Waikeo, kemudian disimpan di dalam noken (kantong) dan dibawa pulang.

Ternyata 5 butir telurnya menetas menjadi 4 anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Empat anak laki-laki yang akhirnya menjadi raja di 4 pulau besar, yaitu War (Raja di Waigeo), Betani (Raja di Salawati), Dohar (Raja di Lilinta/Misool), dan Mohamad (Raja di Waigama/Batanta). Sedangkan anak perempuannya bernama Pintolee. Pada suatu ketika, karena Pintolee hamil maka dia diletakkan di dalam kulit bia (kerang besar) yang kemudian dihanyutkan hingga terdampar di Pulau Numfor.

Telur ke-enam tidak menetas dan tetap menjadi batu yang diberi nama Kapatnai dan diperlakukan sebagai raja oleh penduduk setempat, diberi ruangan tempat bersemayam lengkap dengan dua batu yang berfungsi sebagai pengawal yang diletakkan di kanan-kiri pintu masuk. Batu ini setiap tahunnya dimandikan, dan bekas airnya digunakan untuk membaptis suku Kawe. Tempat tinggal batu ini adalah sebuah rumah yang dibangun di tepi sungai Waikeo, dan hingga kini masih menjadi objek pemujaan masyarakat. 
(Sumber: Korneles Mambrasar, yang disadur dari http://www.gorajaampat.com/old/pages_ina/isi_legenda.html)

Masyarakat asli Kepulauan Raja Ampat yang ramah

Masyarakat asli Kepulauan Raja Ampat pada umumnya adalah nelayan tradisional yang berdiam di kampung-kampung kecil. Kampung yang satu letaknya saling berjauhan. Mereka termasuk masyarakat yang ramah menerima tamu asing yang belum mereka kenal. Biasanya sebagai salam perkenalan dan persahabatan, para tamu yang datang ke Raja Ampat membawa oleh-oleh berupa pinang atau permen. Biasanya mereka mengobrol sambil makan pinang, yang biasa disebut dengan “para-para pinang”, yaitu mereka secara bergiliran menceritakan hal-hal yang lucu sambil mengunyah pinang.

Masyarakat asli Kepulauan Raja Ampat adalah pemeluk agama Islam dan Kristen. Di sini masyarakatnya tetap rukun dan harmonis meskipun berbeda keyakinan.

Makanan Khas Kepulauan Raja Ampat

Di beberapa kepulauan Raja Ampat hampir tidak ada resto yang tersedia untuk para wisatawan yang melancong kesana. Anda bisa membawa bekal sendiri atau tinggal ikut paket tour dari agen wisata yang ada. Toko penjual bahan makanan hanya ada di Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat atau yang lebih lengkap lagi ada di kota Sorong, ibukota propinsi Papua Barat. Tapi jika berkenan, Anda juga bisa membaur dengan penduduk setempat dan menikmati eksotisnya sajian makanan khas Raja Ampat.

Masyarakat asli Papua pada umumnya masih menggunakan cara-cara tradisional untuk memasak. Biasanya mereka memasak sagu, ubi jalar, dan daging yang dipanggang di atas bebatuan yang dipanaskan dengan bahan bakar daun-daunan kering.

Karena Raja Ampat sangat dekat dengan Maluku , masakan khas Maluku seperti Ikan Bumbu kuning (kuning kari ikan), Ikan Asar Bumbu Colo-colo, dan Papeda yang terbuat dari tepung sagu menjadi andalan menu masakan di Raja Ampat.

Sementara buah yang menjadi ciri khas penduduk Papua adalah buah Matoa yang rasanya manis.

Sarana transportasi di Kepulauan Raja Ampat 

Karena bentuknya kepulauan, maka satu-satunya transportasi antar pulau di Kabupaten Raja Ampat ini adalah angkutan laut.

Raja Ampat bisa dicapai dengan perjalanan dengan menggunakan sarana transportasi laut dari kota Sorong (ibukota Propinsi Papua Barat). 

Dari Sorong tersedia dua jenis perahu, yaitu Speed Boat (kapal motor) dan Long Boat (kapal panjang).
Speed ​​Boat bisa membawa 15 penumpang dengan biaya sekitar Rp.2 juta  dan lama perjalanan 40 menit - 1 jam perjalanan, sedangkan Long Boat bisa membawa 10 penumpang dengan biaya sekitar Rp.1,2 juta dengan lama perjalanan 2 hingga 3 jam. Harga ini sewaktu-waktu bisa berubah.

Biaya perjalanan memang merupakan komponen tertinggi jika Anda mau berwisata ke Raja Ampat. Akan lebih ringan jika Anda melakukan perjalanan berkelompok sehingga semua biaya ditanggung bersama dengan teman perjalanan.

Kekayaan dan keindahan alam laut Raja Ampat

Perairan kepulauan Raja Ampat ini terkenal dengan pemandangan bawah lautnya yang indah dan menjadi tujuan para penyelam dunia. Menurut berbagai sumber, Raja Ampat termasuk dalam 10 perairan terbaik untuk diving spot di seluruh dunia. Bahkan menurut Gubernur Papua Barat, Bapak Abraham Octavianus Aturury , Raja Ampat merupakan nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.

Luas wilayah kepulauan Raja Empat meliputi 9,8 juta hektar tanah dan laut. Kepulauan Raja Ampat memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, yaitu ada lebih dari 1.511 spesies ikan karang, 700 jenis moluska, 5 spesies penyu laut langka, 57 spesies udang mantis, 13 spesies mamalia laut, dan 27 spesies ikan langka (ikan karang endemik yang hanya ditemukan di daerah itu) . Selain itu, Kepulauan Raja Ampat memiliki 75 persen dari semua spesies karang yang ada di dunia, jumlah spesies karangnya 10 kali lipat dari jumlah spesies karang yang ditemukan di seluruh Karibia, dengan 600 spesies karang yang tercatat.

Menurut Dr John Veron, seorang ahli karang berpengalaman dari Australia, dalam sebuah situs mengungkapkan bahwa Kepulauan Raja Ampat mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Menurutnya sekitar 450 jenis karang baru bisa diidentifikasi hanya dalam waktu 2 pekan mengadakan penelitian di daerah itu.

Yang membuat bangga, menurut Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Bapak Agung Laksono, bahwa saat ini Raja Ampat menjadi salah satu dari tujuh kawasan yang diusulkan ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Global Geopark.

Keindahan laut Raja Ampat bisa dilihat dan dinikmati dengan melihat video ini.



Pelestarian alam di Kepulauan Raja Ampat oleh penduduk asli

Untuk menjaga kelestarian alam di wilayah perairan Raja Ampat diberlakukan sistem sasi, yaitu bahwa nelayan manapun tidak diperkenankan menangkap jenis fauna laut tertentu di sebuah kawasan dalam jangka waktu tertentu. Para nelayan sudah menjalani sumpah yang sudah diperkuat oleh keterlibatan gereja atau masjid yang ada di Raja Ampat. Pelanggaran sasi diyakini akan mengakibatkan bencana dan sakit bagi yang melanggar. Masyarakat Raja Ampat sangat arif dan menjalankan aturan sasi ini, hal ini demi kelestarian mahluk hidup di Raja Ampat.

Pulau indah mana sajakah yang wajib dikunjungi? 

Sepanjang tahun Anda bisa berwisata laut di Kepulauan Raja Ampat. Tetapi jika Anda mau menyelam dan mengambil gambar terbaik bisa berkunjung di bulan Oktober atau bulan November. Di bulan ini  laut biasanya datar dan sangat sempurna untuk fotografi.

Wisata laut Raja Ampat meliputi keindahan bawah lautnya yang memukau, masyarakat desanya yang ramah, kebudayaan tradisionalnya yang indah, alamnya yang masih murni, dan bisa melihat atraksi satwa di habitat aslinya.

Berikut beberapa obyek wisata yang wajib dikunjungi di Kepulauan Raja Ampat.

1. Pulau Wayag
Pulau Wayag yang indah
Sumber: credit
Pulau Wayag ini terkenal memiliki atol (pulau karang yang mengelilingi laguna) yang indah dan kehidupan bawah laut yang menakjubkan dengan luas total 155.000 hektar.

Di pulau ini banyak pantai indah dengan pulau-pulau karst (daerah yang dibentuk oleh pelarutan batuan) yang berbentuk unik seperti jamur yang tumbuh di atas air laut . Air yang jernih di sekitar Pulau Wayag ini memudahkan kita untuk melihat berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di dalam airnya. Warna-warna cerah terumbu dan spesies air yang tak terhitung jumlahnya merupakan panorama bawah air yang sangat memukau karena keindahannya. Ikan-ikan hias dan besar bebas berenang di dekat dermaga.

Di Pulau Wayag ini terdapat Pulau Karst tertinggi, dimana dari puncaknya kita bisa mengamati teluk-teluk kecil dan atol yang berada di sekitarnya. Puncak ini adalah sebuah tempat yang wajib dikunjungi. Untuk mencapai puncak Anda harus memanjat dinding karang pulau karst yang tajam dan terjal selama kurang lebih 20 sampai 30 menit. Semua akan terbayar ketika Anda sudah mencapai puncaknya, karena panorama yang disajikan seperti sebuah mimpi menjadi kenyataan.

Di Pulau ini ada fauna khas, yaitu jenis ikan hiu yang disebut Kalabia. Karena kekhasannya, Kalabia ini disebut sebagai “duta penyambut dari Wayag". Hiu Kalabia ini disebut juga dengan walking shark atau bamboo shark, karena bentuk badannya yang panjang lonjong bercorak seperti bambu dan dia “berjalan” dengan sirip yang menyentuh dasar laut.

Kerennya lagi nama Kalabia akhirnya dijadikan sebagai nama sebuah kapal pendidikan anak-anak, yang merupakan hasil kerjasama antara Conservation International (CI) dan The Nature Conservancy (TNC) yang diresmikan oleh Bupati Raja Ampat, Bapak Markus Wanma pada Februari 2008. Motto kapal pendidikan ini adalah “berlayar sambil belajar”, dan mempunyai sebuah misi, yaitu “membentuk perilaku yang pro konservasi pada anak sejak dini, karena anak-anak merupakan target jangka panjang untuk menjaga dan melestarikan alam”.
Hiu Kalabia atau Bamboo Shark
Sumber: credit
Untuk memuaskan menikmati pemandangan, Anda juga bisa mengelilingi Pulau Wayag ini dengan menggunakan sebuah sampan atau speed boat (bersama tour guide tentunya) untuk mengelilingi Pulau Wayag ini. Jika Anda menggunakan paket tour dari Sorong ke Pulau Wayag kira-kira perlu dana US $300 per hari.
Mengelilingi Pulau Wayag dengan speed boat
Sumber: credit


2. Desa Arborek


Desa Wisata Arborek
Sumber: credit
Desa Arborek adalah desa wisata yang termasuk desa pelopor di antara 18 desa indah yang terletak di Papua Barat. Desa ini hanya berjarak satu setengah jam dari Waisai, ibu kota Raja Ampat. Desa wisata ini luasnya hanya sekitar 7 hektar, sehingga tidak perlu waktu yang banyak untuk melakukan perjalanan berkeliling desa.

Ada sekitar 150 keluarga yang tinggal di desa ini. Masyarakat Arborek terkenal sangat ramah dan rajin. Desa ini telah memulai pengembangan konservasi lokal kekayaan laut berbasis masyarakat, dan dengan bantuan dari lembaga pemerintah dan dan organisasi non-pemerintah, masyarakat lokal di desa ini telah berhasil merumuskan peraturan daerah, yaitu dengan pemberian nama Kawasan Konservasi mereka yaitu Mambarayup dan Indip.

Kaum perempuan di desa ini mempunyai keahlian membuat kerajinan berupa topi dan noken (tas tali). Noken ini hanya boleh dibuat oleh kaum perempuan, karena menurut kepercayaan penduduk setempat noken adalah simbol rahim wanita. Jadi Noken adalah lambang kehidupan yang baik , perdamaian , dan kesuburan . Harganya berkisar antara Rp 25.000,- sampai Rp 50.000,-. Noken yang terbuat dari kulit kayu anggrek harganya lebih mahal, yaitu mencapai Rp. 100.000,- per biji.

Souvenir lain yang bisa dibeli di sini adalah sebuah mangkuk tradisional dengan ukiran tangan yang unik dan pisau belati dari tulang burung Kasuari.

Para wanita di Desa Arborek sedang membuat kerajinan
Sumber: credit
Di sepanjang dermaga Arborek, para penyelam bisa langsung terjun ke dalam air. Karena airnya yang sangat jernih, di bawah permukaan airnya akan dengan mudah ditemukan Gorgonia yang berkilauan. Dunia bawah laut yang sangat indah bisa dinikmati disini.

Jika Anda mau menyelam hanya perlu waktu 10 menit ke diving spot dengan menggunakan katinting, sebutan untuk perahu motor. Disini Anda bisa melakukan snorkeling dan menyelam untuk melihat Ikan Pari Manta. Ikan Pari Manta merupakan adalah salah satu spesies ikan pari terbesar di dunia. Lebar tubuhnya mencapai 7 meter, bahkan ada yang mencapai 9 meter. Dan beratnya bisa mencapai 3 ton.

Ikan Pari Manta
Sumber: credit
Para nelayan lokal menggunakan katinting untuk menangkap ikan dengan jala tradisional dan tombak. Selama air surut biasanya para istri nelayan melakukan Bameti, yaitu berburu teripang dan lainnya di tepi pantai untuk dimakan. Kesadaran masyarakat untuk melestarikan alamnya sangat tinggi, sehingga para wisatawan selalu bisa menikmati keindahan yang masih murni ini.

3. Desa Sawinggrai 

Desa Sawinggrai, Raja Ampat, Papua Barat
Sumber: credit
Desa Sawinggrai, Raja Ampat, Papua Barat
Sumber: credit
Desa Sawinggrai terletak di Kabupaten Meos Mansar, Raja Ampat. Tercatat ada 36 kepala keluarga yang tinggal tinggal di desa ini. Masyarakat disini memiliki keahlian membuat kerajinan khas pahatan patung.

Ikon khas Desa Sawinggrai adalah Burung Cendrawasih yang sangat cantik dan menawan itu. Anda dapat menyaksikan langsung burung jenis ini melakukan atraksi menari pada jam-jam tertentu, yaitu pada pagi dan petang hari di musim kawin di habitat aslinya. Atraksi menari ini sebenarnya adalah gerakan serupa tarian yang dilakukan oleh burung cenderwasih jantan untuk memikat betina pada musim kawin. Atraksi ini bisa dilihat sepanjang tahun, kecuali bulan Desember dan Februari saat burung cendrawasih betina bertelur. Burung-burung ini biasanya melakukan tarian di pagi hari (06.30-07.30 waktu setempat ), dan pada sore hari (16.30-18.00 waktu setempat). Wisatawan biasanya tiba di lokasi 30 menit sebelumnya. Untuk sampai di sini Anda harus mendaki Bukit Manjai sekitar 30 menit perjalanan.

Di daerah ini ada empat spesies Cenderawasih, yaitu Red Bird of Paradise (Cendrawasih Merah), Wilson Bird of Paradise , Lesser Bird of Paradise , dan Greater Bird of Paradise.
Salah satu Burung Cendrawasih,
sumber: credit
Kegiatan wisata lain yang bisa dinikmati di desa Sawinggrai ini adalah memberi makanan ikan di dermaga-dermaga kayu kecil. Ikan-ikan yang banyak jumlahnya itu sangat akrab dan tidak takut dengan para wisatawan yang memberi makan. Anda bisa melempar remah roti atau makanan lain, dan para ikanpun akan mendekati tangan Anda. Untuk mengunjungi lokasi ini Anda hanya perlu berjalan sekira 100 meter ke dermaga.

4. Desa Sauwandarek

Desa Sauwandarek
Sumber: credit
Desa wisata Sauwandarek terletak di Kabupaten Meos Mansar, yang terletak di sebelah barat Waisai, Raja Ampat. Di desa ini ada sebanyak 46 keluarga atau sekitar 179 penduduk yang masih tinggal di dalam rumah yang beratapkan daun jerami.

Untuk menuju Desa Sauwandarek bisa menggunakan long boat dari Waisai ke Sauwandarek. Di Desa ini terkenal dengan pasir putihnya yang indah dan bebek lautnya.

Kaum wanita di desa ini memproduksi topi dan tas yang terbuat dari daun pandan laut. Desa ini terkenal dengan karangnya yang indah. Juga ada sebuah danau asin lokal yang disebut Telaga Yenauwyau, yang terletak di belakang desa Sauwandarek.

Kaum wanita di desa Sauwandarek membuat kerajinan dari pandan laut
Sumber: credit
5. Pulau Misool
Pulau Misool, Raja Ampat, Indonesia
Sumber: credit
Pulau Misool, Raja Ampat, Indonesia
Sumber: credit
Pulau Misool adalah salah satu dari 4 pulau besar di Raja Ampat yang luasnya sekitar 2.034 km persegi. Di Pulau Misool terdapat sejumlah akomodasi dan fasilitas yang lumayan lengkap, mulai dari penginapan kelas melati, homestay di rumah penduduk, hingga menginap di resor super mewah dan eksklusif yang dikelola oleh Misool Eco Resort.

Pulau Misool terkenal dengan panorama bawah lautnya yang meliputi hamparan laut lepas yang luas dan sangat bening, pasir putih yang terhampar sepanjang pesisir pantai yang dikelilingi pepohonan hutan tropis dan mangrove yang hijau permai.

Kegiatan yang bisa dilakukan di sini adalah snorkeling, diving, berenang, berjemur atau sekedar bersantai di tepi pantai.

Terdapat sejumlah diving spot di daerah ini dan Anda bisa melakukan Scuba Diving, dimana jarak pandang saat menyelam bisa mencapai 25 meter, karena airnya yang sangat jernih. Saat menyelam Anda akan menemukan beragam jenis ikan, terumbu karang, hiu, penyu, pari, dan biota laut lainnya penghuni surga bawah laut Pulau Misool. Selain scuba diving Anda juga bisa kayaking (ber-kano) di Pulau ini.

Pulau Misool juga memiliki peninggalan sejarah berupa lukisan di dinding-dinding gua yang disebut sebagai petroglyph. Lukisan berbentuk tangan manusia, ikan, dan lainnya yang berwarna dominan merah tersebut diperkirakan berusia sekitar 5.000 tahun. Lokasi ditemukannya agak tersembunyi di dalam labirin yang terbentuk dari sejumlah laguna dan batuan karst.

Selain itu Anda juga bisa mengunjungi beberapa desa kecil di sini.


6. Pulau Kofiau

Pulau Kofiau terdiri dari 43 pulau, dan memiliki luas 55.735 hektar tanah dan 206.802 hektar wilayah laut. Pulaunya terdiri dari pulau karst, bukit vulkanik, dan diliputi hutan hujan yang rimbun.

Di pulau seluas itu baru dikembangkan 3 buah desa, yaitu desa Deer di Pulau Deer, desa Dibalal di Pulau Dibalal dan desa Tolobi di Pulau Tolobi. Ketiga pulau ini adalah pulau kecil yang terletak di gugusan Pulau Kofiau.

Di kawasan ini telah terjadi kerusakan terumbu karang karena penangkapan ikan yang salah dan menggunakan bahan kimia. Tetapi sejauh ini sudah mulai dilestarikan oleh lembaga konservasi dan penduduk setempat. Lembaga konservasi memberikan fasilitas di masing-masing desa dengan fasilitas kesehatan, pendidikan (mendirikan sekolah dan menyuplai buku-buku pelajaran), peralatan olahraga, dan pendingin bertenaga surya dengan kompensasi 41.360 hektar wilayah laut di Pulau Kofiau ini menjadi wilayah konservasi selama 10 tahun .

Aktifitas wisatawan yang bisa dilakukan di kawasan ini adalah berjemur di pantai yang pasir putihnya sangat bersih, snorkeling dan diving.

7. Keindahan lainnya di Pulau Waigeo

Pulau Waigeo adalah pulau terbesar di Raja Ampat dan merupakan pulau yang paling mudah dijangkau oleh transportasi umum. Pulau Waigeo adalah pusat pemerintahan dan sekaligus ibukota kabupaten Raja Ampat yang terletak di Waisai. Ada beberapa hotel dan homestay yang tersedia di Pulau Waigeo ini. Juga desa-desa wisata seperti yang sudah disebutkan di atas.

Karena pulaunya yang sangat besar, sebagian besar belum diselidiki dan belum bisa diakses untuk berwisata. Disini ada berbagai macam spesies hewan spesies Cendrawasih, ular, kura-kura, biawak raksasa, oposum, biawak raksasa, the smoky honeyeater (spesies burung baru), dan bangau/kuntul.

Pulau Waigeo sangat cocok untuk menyelam dan fotografi bawah air karena keanekaragaman hayati dan makhluk lautnya yang eksotis.

Ada beberapa tempat di Pulau Waigeo ini yang bisa dikunjungi, antara lain:

Di Pulau Waigeo bagian barat dan utara Anda bisa melihat pertunjukan seruling bambu (suling tambur). Tarian ini biasanya digelar pada saat festival keagamaan, pada peringatan Hari Kemerdekaan RI (17 Agustus), atau kunjungan dari pejabat penting atau pemimpin.

Di Pulau Waigeo bagian timur, yaitu di desa Urbinasopen dan desa Yesner, ada fenomena alam yang sangat menarik dan unik, yang hanya dapat dilihat setiap akhir tahun. Yaitu adanya sebuah cahaya yang keluar dari laut dan memenuhi permukaannya hanya sekitar 10 - 18 menit saat matahari terbenam. Penduduk lokal di kedua desa tersebut menyebut fenomena ini sebagai "Sea Ghost".

Di Tomolol, Anda akan bisa melihat lukisan telapak tangan manusia dan hewan besar di gua yang dilukis oleh penghuni gua kuno. 

Di Waigeo Utara, Anda juga bisa melihat bunker yang dibangun oleh tentara Jepang dan Belanda pada Perang Dunia II. Disini Anda bisa menikmati tarian perang yang ditampilkan oleh penduduk asli. Ada juga air terjun yang terus mengalir dari Salawati.

Di Pantai Waiwo (pantai yang terdekat dengan Waisai), Anda bisa melakukan snorkeling di sepanjang dermaga. Pada kedalaman sekitar 30 meter di sepanjang Pantai Waiwo, Anda bisa melihat hiu karang ujung putih serta karang hiu ujung hitam.

Di Pulau Saonek, tepat di sebelah selatan Pulau Waiwo Anda bisa menikmati nuansa suasana kolonial dengan rumah-rumah tradisional dan bisa melakukan snorkeling di sepanjang dermaga. Sebelum Waisai didirikan Pulau Saonek adalah kota utama di Raja Ampat.

Di Saonek Munde, yang berada tepat di sebelah barat Pulau Saonek, Anda bisa menikmati pantai kecilnya yang indah. Pulau ini tidak berpenghuni.

Anda juga bisa menikmati pemandangan teluk dengan tebing-tebing yang tinggi di Teluk Mayalibit, Teluk Kabui, dan di Teluk Aljui dengan peternakan mutiaranya.


Itulah beberapa tempat wisata di Kepulauan Raja Ampat. Masih banyak lagi pulau dan kekayaan alamnya yang harus terus diteliti, dikembangkan dan dilestarikan. Kekayaan alam yang melimpah, penduduknya yang ramah dan turut melestarikan sumber daya alamnya, lembaga-lembaga yang juga turut mengembangkan dan tetap disiplin menjaga kelestarian alamnya, serta para wisatawan dan ilmuwan dari seluruh penjuru dunia yang juga turut menjaga sumber kekayaan alam Raja Ampat ketika berkunjung, merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam rangka kelangsungan hidup semua spesies yang ada di perairan Raja Ampat. 

Berenang, berjemur di pantai, snorkeling, diving, dan fotografi bawah air bersama terumbu karang yang sangat indah adalah suatu kepuasan tersendiri karena semua yang dinikmati masih murni, sangat alami dan sangat memukau keindahannya. Jika saya atau Anda berkesempatan wisata di Kepulauan Raja Ampat, kita harus berhati-hati dan tidak melakukan aktifitas yang bisa merusak karang  atau apapun disana, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak menangkap ikan atau jenis makhluk hidup apa saja di wilayah sasi. Hal ini semata untuk menjaga kelestarian alam Raja Ampat di masa sekarang dan mendatang.

Suatu saat kami (saya dan keluarga tercinta) pasti kesana, InsyaAllah, aamiin.
*****
Tulisan ini diikutsertakan dalam 
"Sail Raja Ampat 2014 Blogging Contest"
 yang diselenggarakan oleh 

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Raja_Ampat
http://www.gorajaampat.com/old/pages_ina/isi_legenda.html
http://www.indonesia.travel/id/destination/805/pulau-misool
http://savesharksindonesia.org/yang-spesial-dari-bagian-paling-timur-indonesia/
http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_pari_manta
http://www.indonesia.travel/en/destination/888/kofiau-island-in-raja-ampat-rarely-visited-corner-of-a-diver-s-paradise
http://www.indonesia.travel/en/destination/126/arborek-tourism-village-raja-ampat
http://www.indonesia.travel/en/destination/518/wonderful-waigeo-island-of-raja-ampat
http://www.indonesia.travel/en/destination/248/raja-ampat
http://www.indonesia.travel/en/destination/107/sawinggrai-village
http://www.indonesia.travel/en/destination/83/wayag-island-raja-ampat
http://travel.kompas.com/read/2014/03/26/1338539/Jangan.Mati.Sebelum.Lihat.Raja.Ampat.
http://news.detik.com/read/2014/08/23/081913/2670446/10/beri-sambutan-di-sail-raja-ampat-gubernur-papua-barat-menangis-di-depan-sby?n991104466

*****

*****

10 comments:

  1. uuhhh misol emang keren apalagi wayag mantap mbak semoga sukses mulus ke Wayag nya yah josh dah ^-^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wayag memang tujuan utama yang wajib dikunjungi, karena indaaahh banget...semua pulaunya keren...
      aamiin....makasih yaa :)

      Delete
  2. wow panorama yang indah.. good luck mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mak... sukses juga untuk dirimu ya :)

      Delete
  3. gilaaaa,, kereeen.....
    semuanya komplit di raja ampat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih Mbak, jadi tergila-gila nih sama Raja Ampat :D

      Delete
  4. Sekarang sudah ada Sail Raja Ampat, sepertinya makin terekspos lagi keindahan pantai sana :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas, Sail Raja Ampat 2014 diresmikan bulan Agustus kemarin :)

      Delete
  5. saya juga hanya bisa bilang waooo waooo waooo kapan bisa kesana ya.... seumur umur kalau wisata yang pernah saya kunjungi paling jauh ya pulau bali.... kalau ada rejeki kayaknya kesana makin mantap dah...

    ReplyDelete
  6. Informasi terkait Kofiau keliru dan ada baiknya dikoreksi dengan informasi yang lebih tepat. Misalnya; terumbu telah rusak dan oleh lembaga konservasi dibangunkan sekolah sebagai kompensasi kepada masyarakat yang menyerahkan wilayah lautnya untuk dikonservasi selama 10 tahun.

    ReplyDelete

Yuuk saling berbagi, saya menunggu komentar dan saran Teman-teman :)