Saturday, 4 April 2015

Cerita Tentang Masa Puber


Setiap manusia selalu mengalami pubertas atau masa puber dalam kehidupannya, yaitu perubahan fisik, psikis dan pematangan fungsi seksual. Masa puber merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Biasanya masa ini berlangsung di usia 8-10 tahun, namun ada beberapa orang yang mengalaminya hingga usia 15 atau 16 tahun. Masa puber seorang anak laki-laki biasanya muncul mulai usia 11 tahunan. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Pubertas)

Namun ada beberapa orangtua yang merasa tabu untuk membicarakan masalah ini kepada anak-anaknya. Padahal dengan komunikasi yang baik antara orangtua dan anak justru akan mempermudah penyampaian informasi kepada anak-anak. Orangtua pun tidak merasa kecolongan bahwa sang buah hati malah sudah lebih tahu dulu dari orang lain, atau bahkan dari internet.

------------
Hari kamis kemarin, Kakak Ony bercerita tentang temannya (anak perempuan) yang tiba-tiba pingsan dan 'berdarah' di sekolah. Tentu saja hal itu menjadi keributan sendiri di sekolah. Ony sekarang berumur 10 tahun kelas 5 SD.

Kira-kira pembicaraannya seperti ini.
Kakak : "Ma, tadi ada temen Ony yang pingsan di sekolah. Itu lho si Bunga."
Maaf namanya saya rahasiakan.

Saya : "Kenapa sampai pingsan Kak?"

"Tadi dia berdarah Ma. Makanya kelasnya dipel biar bersih. Kata temen Ony yang cewek-cewek, Bunga sedang "emen" (menstruasi=red)."

"Kok sampai kececeran gitu?"

"Iya kan dia gak pake 'pampers'."

"Oh Bunga sudah mens ya Kak? Berarti Bunga sudah puber."

Sebenarnya saya kaget. Tapi insting saya membisikkan hal lain, yaitu inilah saat yang tepat untuk berdialog dengan Kakak tentang masa puber.

Pembicaraan pun berlanjut.
"Eh, Kakak sudah tahu ciri-ciri puber untuk anak laki-laki apa coba?"

"Apa Ma?"

"Suara mulai berubah jadi besar kayak Papah, tumbuh rambut-rambut halus di beberapa bagian tubuh, dan mimpi basah."

"Oh, kayak Mas ya Ma?"
Mas di sini maksudnya Mas Dani, anak mbarep saya yang memang sudah akhil baliq.

"Iya."

"Ma, mimpi basah itu gimana?"

"Mimpi basah itu seperti ngompol, tapi yang keluar bukan pipis."

"Keluarnya dari "budhel" (baca = pusar) ya Ma?"

"Bukan, Sayang. Keluarnya ya dari 'titit'. Nanti kalau Kakak sudah mimpi basah bilang sama Mama atau Papa ya Kak."

"Ho'oh."
-------------

Rasanya sudah sedikit plong saya menjelaskan sedikit ke Ony tentang masa puber. Nanti jika sudah saatnya akan saya jelaskan lagi tentang pubertas lanjutan.

So Bapak/Ibu tidak perlu tabu lagi ya menjelaskan tentang pengetahuan seputar seks kepada anak-anak. Kita jawab saja semampu kita dan kita sesuaikan dengan tingkat daya nalar anak-anak dan tidak usah berlebihan. Karena anak-anak akan menangkap informasi sesuai dengan usia mereka. Biasanya kalau saya belum mampu/siap menjawab saya bilang, "Bentar ya, Mama cari informasi dan baca-baca dulu. Nanti Mama jelaskan."

Semoga bermanfaat :)
*****

39 comments:

  1. wow dulu masa pubertas ngga ada yang ngasih tahu, tiba2 memang ngompolnya jadi aneh, dan cerita ke teman, dan ada guru yang njelasin tentang mandi wajib karena pubertas itu hehehe, kayaknya harus di perbincangkan deh biar anak bisa curhat hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mas, rata-rata juga begitu, karena kadang anak2 malu cerita sama ortu :)

      Delete
  2. tp, utk jaman skrg, sepertinya byk anak2 yg cpt dewasa mbak, pengaruh pergaulan dan media sosial sepertinya, apalagi gadget tuh, anak SD aja udh megang hape kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya itulah gunanya komunikasi dengan orangtua, minimal anak-anak bisa dapat penjelasan dan bertanya jawab dengan bapak/ibunya :)

      Delete
    2. ya itulah gunanya komunikasi dengan orangtua, minimal anak-anak bisa dapat penjelasan dan bertanya jawab dengan bapak/ibunya :)

      Delete
  3. ke anak laki-laki saya juga saya menjelaskan tentang haid. Karena saya pernah dengar cerita ketika ada anak perempuan haid, diketawain sama teman-temannya. Akibatnya, si anak mogok sekolah. Saya minta anak saya supaya jangan pernah mentertawakan teman perempuannya ketika lagi haid trus tembus ke roknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener Mbak Myra,
      kalau masalah haid kadang sekilas saya jelaskan saat saya sendiri mengalaminya, karena kadang pas anak2 ngajakin berenang pas saya haid :)

      Delete
  4. Jadi inget temen SMP ku jugak ada yang lagi dapet trus lupa pake pembalut.. Huaaaaa.. Itu sampe heboh satu sekolahan, Mbak.. Malu banget pasti.. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang haid yang gak ada persiapan seperti itu merupakan momok bagi para wanita...
      kasihan ya temennya :(

      Delete
  5. kalau ngomongin mimpi basah ngobrolnya sama bapaknya donk, hehehe... ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. idealnya begitu Mas, karena lebih paham..
      tapi karena kondisi anak2 lebih banyak dengan saya, maka saya juga harus bisa menjelaskannya :)

      Delete
  6. Bener mba. Sebaiknya dari masa sebelum puber sudah dijelaskan. Klo dulu pas saya ngaji sama temen2 guru ngaji menjelaskan demikian kepada KmI jadi kami sudah bisa membedakannya sendiri. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. informasi memang bisa juga didapat dari guru di sekolah atau guru mengaji :)

      Delete
  7. memang tabu banget dan rasanya aneh kalau jelasin ke anak masalah begituan mba rasa canggung sedangkan si anak terus saja bertanya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. nanti kalau memang sudah masanya kita sebagai orangtua juga tidak akan canggung lagi kok, kalo dari kecil anak2 sudah dibiasakan dekat dengan orangtuanya hehehe

      Delete
    2. komunikasi orang tua dan anak sangat penting :)

      Delete
  8. mantab sekali dik, lebih baik curhat memang sama orang yang paling dekat, yaitu mama

    ReplyDelete
  9. Cerita saya waktu puber juga seru tapi malu mau dipublish hikhi

    ReplyDelete
    Replies
    1. kaya apakang ceritanya cerita dikit dong

      Delete
  10. jadi inget dimasa saya dulu, waktu masih kecil..hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya kok ngga pernah bisa masuk ke blognya ya mang?

      Delete
  11. memang hal ini perlu kebijaksanaan menjelaskannya kepada anak secara hati-hati baik laki-laki maupun perempuan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali kang. kalo salah bisa salah ya

      Delete
  12. jadi teringat masa masa puber pada waktu muda dulu mbak, semoga masa puber ini bisa menjadikan masa yang paling penting bagi anak muda sekarang dan menjadi dorongan untuk melakukan hal positif,salam kenal mbak,salam blogger ,di tunggu kunbalnya ya

    ReplyDelete
  13. indahnya memiliki cerita tentang masa puber, saya mah malah ngga punya dan ngga pernah ngerasain masa puber, kenapa coba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah yang bner kang g pernah. sampe sekarang paling masih puber...:)

      Delete
  14. untuk menjelaskan mengenai puber pada itu perlu dan penting agar mereka mengetahui dengan benar dan tidak merasa janggal kalau hal itu terjadi.

    ReplyDelete
  15. Ini bagian penting untuk edukasi ke anak2 ya Mak... Memang lebih baik kalau terbuka dibicarakan dengan orang tua....

    ReplyDelete
  16. Kalau dapat edukasi dari orangtua itu rasanya nyaman :-)

    ReplyDelete
  17. kalau saya dah lewat tu mbak masa pubertasnya heehee

    ReplyDelete
  18. Menjelaskan tentang mimpi basah kepada anak memang tidak mudah ya, Mbak, dibutuhkan bahasa yang pas :)

    ReplyDelete
  19. Lega ya kalau ortu sudah bisa menjelaskan tentang masa pubertas pada anak2.

    ReplyDelete
  20. bener banget gan, biasa nya masa puber tuh masa yang agak rawan. Kalau salah berteman, bisa gaswat urusannya

    ReplyDelete
  21. mak... sy lgsung ketawa pas baca "ga pake pampers" hi hi,anak2 mah slalu lucu ya kata2'y.btw,suatu saat nanti syafieq pun akan tumbuh besar,pe-er nih buat sy... :)

    ReplyDelete
  22. sebenarnya kalau di didik sejak awal pasti sang anak ngerti ya teh....salut dengan teh ninik, bisa komunikasikan ini dgn anaknya...

    ReplyDelete
  23. kakak D sudah, tinggal O dan A ya mak. saya dobel D ini masih tujuh tahun lagi mungkin. siap-siap aja, semoga saya dan bapaknya anak-anak bisa mendampingi mereka dengan sukses. eh tapi anak laki sebelum mimpi basah biasanya dah agak ngeh ya mak, kan mereka juga 'dirayakan' pas disunat. eh gitu nggak ya?

    ReplyDelete
  24. kalo anak sayah msih kecil untuk penjelasan puber. tp bagus juga jika sudah waktunya memang harus dijelaskan.

    ReplyDelete

Yuuk saling berbagi, saya menunggu komentar dan saran Teman-teman :)