![]() |
| Nasi pecel khas Tulungagung, salah satu menu pilihan sarapan pagi.Yang bulet digoreng itu namanya entho. |
Jangan pernah menyepelekan sarapan pagi!
Sarapan pagi yang terlihat sangat sepele itu, ternyata sangat penting bagi aktifitas kita sehari-hari. Ibarat mobil atau motor, sarapan pagi adalah penggerak mesin agar mobil bisa berjalan kencang dan lancar. Tidak macet-macet, bahkan tidak sampai mogok di jalan, yang tentu saja membuat aktifitas selama seharian menjadi terganggu.
Ada memang sebagian orang yang tidak terbiasa sarapan. Dia bilang kalau sarapan malah perutnya mulas. Bahkan ada malah yang sarapannya sekalian makan siang. Haduh! memangnya makan bisa dirapel gitu ya? *hehehe*
Bagi saya dan anak-anak, sarapan pagi itu wajib. Saya tidak ingin anak-anak kelaparan pada saat belajar dan bermain di sekolah. Gimana mereka bisa berkonsentrasi jika perut kosong. Yang ada malah lemes dan gelisah karena kelaparan. Yang paling saya takutkan jika terkena penyakit organ pencernaan. Itu opini saya tentang sarapan pagi.
Sarapan pagi, perlu latihan juga lho
Di awal memang banyak kendala untuk melatih anak-anak sarapan pagi. Seperti baru dua suapan sudah mau muntah (ini terjadi pada Ony, anak kedua saya), atau tidak bisa makan nasi sama sekali ketika pagi (ini terjadi pada Ahya, anak ketiga saya).
Solusi
Untuk Ony, saya tetap menyediakan sarapan, dengan saya suap sedikit (baca= sedikiiiittt sekali, alias seujung sendok) demi sedikit. Memang harus telaten. Dari 5 sendok makan, lama-lama 10 sendok makan dan mau makan sendiri. Alhamdulillah sekarang sudah kelas 5 SD, dan nasi pecel pun dia sudah mau.
Untuk Ahya, sampai usia kelas 1 SD masih sarapan cereal plus susu. Saya terkadang sampai heran, "apa gak bosen ya?". Cerealnya hanya mau yang coklat lagi. Dia tidak suka cereal putih (seperti honey star). Ya sudah lah, cereal plus susu pun termasuk menu sarapan bergizi untuk anak-anak kok.
Sedikit demi sedikit saya ganti cerealnya dengan nasi goreng mentega atau roti tawar yang dioles mentega dan ditaburi meses. Alhamdulillah, sekarang (sudah kelas 2 SD) juga sudah terbiasa sarapan nasi, seperti kakak-kakaknya.
Untuk membiasakan anak sarapan pagi memang Ibu harus banyak akal dan tidak boleh menyerah. Ketika anak tidak mau, jangan langsung distop, bisa jadi karena anak lagi tidak mood atau perlu penyajian yang menarik.
Terus terang, sampai anak-anak saya besar, saya belum pernah membuat bento (menghias makanan jadi berbagai macam karakter kesukaan anak-anak). Selain tidak ada waktu karena saya masih bekerja full time pada saat itu, jiwa seni saya juga masih perlu dipertanyakan. *hihihi*
Sarapan untuk orang dewasa juga tidak kalah penting lho. Yuk, mari budayakan sarapan pagi, agar kita bisa lebih bersemangat mengejar mimpi :D
Semangattt ^^
*****
