Hari Senin, 2 Februari 2015 jam 5 sore, suami saya mengirim BBM (BlackBerry Messenger) yang isinya mengabarkan bahwa sudah transfer sejumlah uang ke rekening Mandiri saya. Suami saya melakukan transfer antar bank (dari bank BNI ke bank Mandiri) via ATM.
Saya yang saat itu masih mengajar, baru buka BBM jam 17.45wib.
Kebetulan nih, ada waktu rehat 15 menit untuk mengajar ke sesi berikutnya dan pas banget di seberang jalan ada ATM Mandiri. Saya langsung menuju ATM Mandiri untuk melakukan cek saldo. Lho! Saldonya kok belum bertambah?
Ah, mungkin sedang macet. "Nanti malem paling juga sudah masuk.", pikir saya menghibur diri.
Sepulang mengajar saya tidak mampir ke ATM Mandiri, karena saya harus mengambil tablet android saya di tukang service hape. Sesampai di rumah pun saya langsung sibuk dengan PR anak-anak, dan menjadi "SATPAM" mendampingi DOA (Dani-Ony-Ahya) belajar. Baru kurang lebih jam 10 malam saya sempatkan untuk mebuka laptop demi mengintip saldo Mandiri saya menggunakan Internet Banking.
Ya Allah, belum masuk juga!
Mulailah sedikit kegalauan merambati hati dan pikiran saya. Kok tumben-tumbennya ya. Selama bertahun-tahun menjadi nasabah Mandiri dan BNI, baru sekali ini hal seperti ini terjadi.
"Ya sudah lah, mungkin besok pagi sudah masuk", kembali saya mulai menghibur diri. *lagi*
Selasa, 3 Februari 2015
Saya sempatkan untuk cek saldo lagi via internet banking, eh belum masuk juga.
"Wah, ada yang gak beres nih", pikiran saya mulai curiga.
Komplain pertama
Akhirnya suami saya yang posisinya di Denpasar, Bali, melakukan komplain di bank BNI Renon.
Keterangan dari pihak bank BNI, uang sudah terkirim ke Bank Mandiri, karena saldo rekening suami saya sudah terdebit (berkurang).
Nah, mau tidak mau, saya lah yang harus mengurus ke Bank Mandiri di sini, di Tulungagung.
Komplain kedua
Sesampai di Bank Mandiri, saya langsung dibantu Bapak Satpam untuk print out buku tabungan. Di situ terlihat dengan jelas tidak ada tranferan masuk. Lalu saya diminta mengambil nomor antrian di Customer Service. Yah lumayanlah, 30 menit kemudian nomor saya baru dipanggil.
Keterangan dari pihak Bank Mandiri, karena di print out buku tabungan dan rekening koran jelas tidak ada dana masuk, kesalahan kemungkinan berada di pihak bank asal (bank BNI) atau kemungkinan nyangkut. Tapi ketika saya tanya nyangkut dimana, CS-nya bilang tidak tahu. Akhirnya saya disuruh ke Bank BNI terdekat untuk mengurusnya.
Komplain ketiga
Dengan berbekal:
- nomor rekening suami (BNI), screen shoot bukti transfer ATM (yang dikirim suami saya via BBM), buku tabungan saya (Mandiri), dan rekening koran Mandiri yang diprint mulai tanggal 1 Januari - 3 Februari 2015.
- dan tentu saja yang gak boleh ketinggalan, yaitu siapkan hati yang sabar seluas-luasnya :p
Di siang yang cukup panas itu, saya meluncur ke Bank BNI yang lokasinya tidak begitu jauh dari Bank Mandiri.
Setelah antri 1 jam, berikut keterangan Costumer Service Bank BNI.
"Karena saldo rekening asal (BNI) sudah terdebit, maka uang itu seharusnya sudah masuk ke rekening bank tujuan (Mandiri). Jika memang belum masuk, maka nasabah harus melakukan pengaduan ke bank asal dengan dilengkapi dokumen-dokumen seperti buku tabungan dan KTP. Nanti pihak bank asal akan melakukan konfirmasi kepada bank tujuan. Seandainya uang masih belum masuk, maka nominal uang yang sudah ditransfer akan dikreditkan (dikembalikan) ke bank asal."
Jawaban ini sedikit melegakan saya, karena uangnya kemungkinan besar tidak hilang. Namun, saat itu saya merasa dilempar-lempar. Lha gimana? Sudah komplain di 2 bank tapi sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Meskipun udara AC di ruang tunggunya dingin dan sejuk, tapi hati dan otak ini terasa panas.
Berarti untuk hari itu masalah diskip dulu, besok diurus kembali. Kali ini yang harus mengurus adalah suami saya.
Komplain Keempat (semoga yang terakhir....)
Esok harinya ...
Rabu, 4 Februari 2015
Suami saya kembali mendatangi Bank BNI di Denpasar. Dokumen yang dibawa adalah:
- Buku tabungan BNI, struk bukti transfer via ATM, KTP, screen shoot buku tabungan saya, dan screen shoot rekening koran Mandiri saya.
*****
Tarik napas dalam dulu.....
Saya sedikit merasa lega, karena uang kami tidak hilang. Tapi tetap merasa penasaran, "uangku nyangkut dimana ya?"
Adakah Teman-teman yang bisa sharing di sini. Kira-kira uangnya nyangkut dimana?
Secara, saldo tabungan suami saya sudah berkurang, tapi kenapa tidak masuk ke tempat saya?
Atau barangkali ada Teman-teman yang pernah mengalami kasus yang sama dengan saya.
Please, share ya Teman-teman.
Maturnuwun sebelum dan sesudahnya :)
*****
Untuk mengetahui kelanjutannya, silahkan melanjutkan membaca Uangku Nyangkut Dimana? #part-2 (Tamat)
