Sunday, 30 November 2014

Selalu Belajar Menjadi Istri yang Baik

Sayyida Khadijah.......
Ah, setiap menyebut nama Beliau, saya selalu membayangkan sosok wanita dan istri yang sangat sempurna. Sayyida Khadijah adalah gambaran wanita idaman siapa saja, seorang istri yang baik, seorang ibu yang baik, dan seorang wanita yang benar-benar mencurahkan segalanya untuk suaminya dan agamanya. Sayapun ingin bisa seperti Beliau, bisa menjadi seorang istri yang sangat dicintai suaminya. Sebagai istri Rasulullah SAW, Sayyida Khadijah menyerahkan seluruh potensi yang ada pada diri Beliau kepada suami tercinta mulai dari kesabaran, kedermawanan, pengorbananan dan keberaniannya.

Setiap wanita pasti ingin menjadi yang terbaik bagi suaminya, bagi anak-anaknya, bagi keluarganya dan bagi orang lain tentunya. Untuk menjadi kecintaan suami, dan membuat suami mencintai kita dari waktu ke waktu, tentu saja membutuhkan sebuah niat, kesabaran, dan keikhlasan. Bagaimanapun menikah adalah ibadah. Jika segala sesuatu yang kita lakukan adalah atas dasar ibadah kepada Allah SWT, balasannya adalah keberkahan dan kedamaian yang tiada tara.

Niat
Dengan landasan niat yang kuat hanya karena Allah SWT, insya Allah jalan menuju kebaikan itu akan selalu ditunjukkan. Semua akan sia-sia jika tidak ada niat untuk memulai dan menjalankannya. Berniat aku pasti bisa, maka Allah akan membimbing kita menuju kebaikan.

Sabar
Sabar bisa diartikan menahan hawa nafsu negatif untuk mencapai hal positif yang mau kita dapat. Sabar itu memang lebih mudah diucapkan daripada prakteknya. Ketika seseorang sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya bisa dikatakan sudah bisa menjalankan kesabaran.

Ikhlas
Hampir sama dengan sabar, ikhlas itu juga bisa dilakukan jika kita sudah bisa melepaskan segala hawa nafsu dengan hanya berharap ridha dari Sang Khalik Allah SWT.



Menjadi istri yang dicintai suami

Menjadi istri yang sempurna (baca= baik) tentu saja tidak mudah, tetapi jika ada kemauan yang kuat, pasti kita akan selalu berusaha untuk mencapainya. *kata sempurna bagi saya terlalu idealis*

Saya: dulu dan sekarang

Saya, yang sejak kecil sudah terbiasa dilayani, mulai dari masalah makan tinggal ambil di meja makan, sampai baju sudah tertata rapi di lemari, sempat merasa gamang, bisakah saya menjadi isteri yang baik?

Baru setelah SMA saya mulai latihan untuk mencuci baju dan setrika sendiri. Berlanjut ketika saya harus meninggalkan kota saya tercinta untuk melanjutkan sekolah di Surabaya dan harus ngekost, otomatis saya dilatih untuk lebih mandiri lagi, mulai dari mengurus makan, cucian, kebersihan dan kerapian kamar, dan mengelola uang bulanan yang dikirim orangtua. Hal ini berlanjut sampai suatu saat saya harus bekerja dan ditempatkan di kota Denpasar. Saya sudah mulai belajar mandiri dan tidak lagi mendapat kiriman uang bulanan seperti sewaktu masih kuliah dulu. Minimal, itulah sedikit pengalaman saya mengurus diri saya sendiri.

Ketika sudah menikah, banyak sekali perubahan yang terjadi, karena saya harus benar-benar mulai mandiri dan mulai mengurus keluarga kecil kami, bersama suami tercinta tentunya. Ternyata, setelah menikah banyak sekali terjadi perubahan, karena pernikahan adalah menggabungkan dua hal yang berbeda menjadi satu visi dan misi yaitu menciptakan keluarga sakinah mawadah warahmah. Ada beberapa kebiasaan yang harus mulai diubah, baik itu pola hidup maupun sifat yang sudah melekat pada diri saya. Saya yang dulu suka menang sendiri, harus mau belajar mengalah. Saya yang dulu tidak suka diatur, harus mau diatur. Saya yang dulu suka belanja sembarangan, harus mau mempertimbangkan masak-masak sebelum membeli sesuatu. Intinya, banyak yang harus diubah setelah menikah. Tentu saja semua ini tidak mudah, tapi bisa dilakukan.

Saya sangat bersyukur di usia pernikahan kami yang masuk tahun ke-14 sudah dikaruniai 3 orang anak laki-laki yang tentu saja menjadi pelengkap kebahagiaan kami, sekaligus menjadikan tanggungjawab untuk kami berdua dalam mengemban amanah membesarkan dan mendidik mereka agar menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri, agama dan orang lain. Seiring dengan waktu, cinta dan kasih sayang kami saling menguatkan, setelah masalah demi masalah bisa kami lalui bersama.

Sebagai seorang istri, saya masih sangat jauh jika dikatakan sempurna. Tapi saya selalu berusaha belajar dari semua yang terjadi pada rumah tangga kami, kejadian baik maupun buruk. Berikut ini beberapa hal, yang menurut saya, bisa menambah kecintaan suami kepada isteri:

1. Cintai suami apa adanya
Jangan pernah membandingkan suami dengan orang lain. Siapapun orangnya pasti tidak suka dibanding-bandingkan. Cintailah suami dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
2. Dampingi suami dalam suka maupun duka
Kalau keluarga kita sedang dalam suasana bahagia sudah sewajarnya kalau kita bersyukur dan kita merasakan kebahagiaan itu bersama-sama. Seharusnya hal ini juga kita lakukan saat ada masalah atau musibah. Percayalah, masalah demi masalah yang bisa kita lalui bersama justru akan semakin menguatkan jalinan cinta dan kasih sayang suami istri.
3. Layani suami sebaik-baiknya
Secangkir kopi susu panas, mungkin bisa meredakan rasa capeknya. Memberikan kalimat-kalimat seperti: "love you", "good luck, my lovely" , dll baik di telepon, di BBM, atau dimana saja. Layani suami dengan ikhlas dari 'urusan dapur sampai kasur".
4. Menuruti kata-katanya
Turuti kata-kata dan nasehat suami, asal tidak melanggar kaidah agama. 
5. Diam saat suami marah atau menasehati anak-anak
Sangat manusiawi kalau terkadang kita dilanda emosi, yang membuat berbeda adalah bagaimana mengelola emosi yang sedang bergejolak. Ada kalanya suami marah kepada kita. Sebaiknya pada saat suami marah istri tidak menimpali dengan kemarahan juga, yang akhirnya pasti berujung pada pertengkaran dan tidak menemukan titik temu. Sebaiknya jika salah satu sedang emosi, isteri/suami mendengarkan dan menenangkan. Baru setelah tenang dibicarakanlah masalah tersebut agar tercapai solusi yang baik.
Begitu juga saat suami menasehati anak-anak, kita tidak usah menimpali sampai saatnya kita diberi kesempatan untuk berbicara.
6. Berhias sesuai kehendak suami
Alhamdulillah suami saya tidak banyak menuntut dalam hal ini, dan sayapun tidak suka berdandan yang aneh-aneh, karena dalam hal fashion saya termasuk yang katrok dan tidak mengikuti perkembangan mode. Saya suka penampilan yang santai, dan ternyata suami mendukung itu, jadi tidak banyak perubahan yang harus saya lakukan.
7. Batasi pergaulan
Menurut saya, sudah menjadi resiko jika intensitas dengan teman-teman mulai dikurangi. Teman yang paling utama dan paling dekat adalah suami. Setelah bersuami memang wanita sudah mempunyai ikatan, yang bukan berarti dipingit tidak boleh berkegiatan. Asal sudah dengan ijin suami, dan istri bisa menjaga kepercayaan suami pasti tidak akan menjadi masalah.
8. Menjadi istri yang amanah
Menjaga kepercayaan suami sangatlah penting.
Dari hal sepele, misalnya ijin mengikuti arisan alumni sampai jam 2 siang, ya pulangnya jangan lewat dari jam 2. Jangan sampai kepercayaan suami ternoda. Ingat, kebohongan-kebohongan kecil ini bisa menjadi bom waktu yang akan meledak suatu saat.
Sebagai seorang isteri sudah selayaknya menjaga amanah cinta suami kepada kita, dan amanah mengurus rumah tangga dan anak-anak tentunya.

9. Cemburu yang tidak berlebihan
Cemburu terkadang diperlukan, tapi kalau berlebihan pasti menyakitkan. Belajarlah memberi kepercayaan kepada suami, asal suami juga harus bisa menjaga kepercayaan yang diberikan oleh isteri.


Semua yang saya sebutkan di atas tentu saja tergantung pribadi masing-masing, karena setiap isteri mempunyai cara yang berbeda untuk menyenangkan hati suaminya. Begitu juga para suami, mempunyai keinginan yang berbeda tentang kriteria istri yang bagaimana yang dia sukai. Dalam hal ini suami-isterilah yang harus bisa menyelami satu sama lain.

Demikian sedikit ulasan saya tentang istri yang harus selalu mau belajar untuk menjadi yang lebih baik, agar semakin dicintai suami. Semoga suami kita di dunia, juga merupakan suami kita di akhirat nanti. Insya Allah, aamiin ya Rabbal 'alaamiin.

Saya dan suami ketika pergi berdua tanpa anak-anak


*****

14 comments:

  1. Artikel panjang pisan, tapi intinya saya sudah nangkap... Semoga sukses selalu uhty sholeha di seluruh dunia...

    ReplyDelete
  2. mau artikel yang pendek? bisa, ditulis judulnya aja....hehe
    Btw, aamiin maturnuwun:)

    ReplyDelete
  3. Nice tips mak . Semoga bias kupraktekkan juga. Sukses ya lombanya...

    ReplyDelete
  4. Aamiin. MengAminkan doa yg paling bawah :).

    ReplyDelete
  5. Suami pun harus membaca ini agar tahu apa saja yang harus dia lakukan :-)

    ReplyDelete
  6. Semoga suami kita di dunia, juga merupakan suami kita di akhirat nanti. Insya Allah, aamiin ya Rabbal 'alaamiin.
    Ikut meng amin kan doanya....:)

    ReplyDelete
  7. Terima kasih ya Mak sudah ikutan GA kami. Harap bersabar menunggu pengumumannya :))

    ReplyDelete
  8. Semoga aja kita termasuk wanita sholehah. kalo mau jadi wanita sholehah minimal harus mampu menjaga lisan dan aurat dengan mulai berhijab. Sebenarnya saya dulu risih juga kalo pake hijab, tapi ketika pakai hijab dari PRODUSEN MUKENA KATUN JEPANG saya malah lebih suka karena mukenanya nyaman, lembut dan adem. Makasih ya mbak udah berbagi cerita...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin ya Rabb
      hijab sama mukena kan beda Mbak ... hijab wajib dikenakan bagi muslimah dalam pakaian sehari-hari dan mukena wajib digunakan saat melaksanakan kewajiban shalat :)

      Delete

Yuuk saling berbagi, saya menunggu komentar dan saran Teman-teman :)