Wednesday, 25 February 2015

Kayuh Terus Sepedamu, Nak ....

Hidup memang ibarat sebuah roda. 
Berputar, menggelinding melewati waktu demi waktu.
Melewati jalanan lurus, berliku, menanjak tajam, turunan curam, belokan, berkerikil, licin, bahkan jalanan yang mulus halus tanpa hambatan.

Apapun yang terjadi, susah, senang, sedih, bahagia, hidup terus berjalan. Kita hanya boleh berhenti sejenak dan tidak boleh kembali. Sesekali menengok ke belakang, namun harus mengayuh roda sepeda kehidupan ini kembali, terus dan terus, melintasi ruang dan waktu yang tak mungkin kembali.

Sebagai orangtua sudah tentu tugas kita adalah mengantarkan anak-anak kita pada pintu gerbang kemandirian. Tentu saja jalan yang harus mereka lalui juga tidak selalu lurus dan mulus. Di situlah peran kita sebagai orangtua, mengawasi dan memberikan arah sepeda yang dikayuh anak-anak kita. Memberikan pujian di saat mereka bisa melakukan suatu track kehidupan, memberikan support dan mendampingi di saat mereka melalui jalan terjal berliku yang penuh tantangan, atau membantu ketika mereka terjatuh dari sepedanya, dan memberikan warning ketika mereka mengambil jalur yang salah. Lalu mengawasi dari kejauhan ketika mereka sudah bisa mengayuh sepedanya sendiri tanpa bantuan kita, tentu saja sambil terus mengucap doa kebaikan agar mereka selalu dilindungi Yang Mahakuasa.

Semua kita lakukan sampai suatu saat kita tidak bisa mengawasi mereka lagi, karena di saat itu kita sudah tidak bisa bersamanya lagi. Mereka harus benar-benar mandiri dan melakukan kembali apa yang sudah kita lakukan sebagai orangtua kepadanya, kepada anak-anaknya kelak.
Inilah siklus kehidupan yang tidak ada habisnya. Terus berputar bagai roda sepeda. Berputar, terus dan terus berputar.
--------------------------------
Anak-anakku...
Jadilah orang yang kuat. 
Jadilah pengendara sepeda kehidupan yang bijaksana.

Jangan berkecil hati jika kalian sedang melewati jalan terjal licin dan penuh duri.
Yakinlah, jika semua kalian lalui dengan ikhlas dan tabah, beberapa saat lagi kalian akan menemukan jalan mulus halus yang di samping kanan dan kirinya banyak bunga harum mewangi.

Pun, jangan terlalu bangga jika jalan yang kalian lalui terlalu indah. Kalian harus tetap bersyukur dan menunduk, tetap hati-hati, dan jangan sampai terlena. 
Karena sesungguhnya, jalan mana pun yang kalian lewati, kalian harus tetap waspada dan tetap mengingat Sang Khalik yang Mahakaya. Jangan sombong dan jangan merasa yang paling kuat, karena yang boleh merasa sombong dan kuat hanyalah Allah SWT.

Terus kayuh sepedamu, Nak.....
Jangan pernah berhenti kalau belum merasa lelah.
Berhentilah sejenak untuk sekedar melepas lelah dan merencanakan langkah selanjutnya.
Lalu... terus kayuh sepedamu, Nak.....
Mama dan Papa akan selalu mendampingi kalian sampai kapan pun juga.
Hingga suatu saat kami tidak bisa bersama kalian lagi.

We Love You, Our Beloved DOA (Dani Ony Ahya)
***** 

30 comments:

  1. Wah anaka lanang lagi belajar naik sepeda sendiri... congratz yah dan hati-hati selalu...

    ReplyDelete
  2. Asyik ada temanku yang mulai suka bersepeda, You'll Never Bike Alone :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. anakku tiga2nya suka sekali bersepeda Mas...

      thank you Om Biker :)

      Delete
  3. bener banget mak,hidup harus berjalan terus....
    salam kenal^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mak...harus tetep semangat :)

      kok salam kenal lagi Mak? hehe
      Mbak Hana sdh sering berkunjung di mari, Mak :D

      Delete
  4. tapi kalau bannya lagi kempes gimana nih bunda? hehee

    ReplyDelete
  5. Semoga kita semua bisa jadi orangtua yang amanah dan sabar ya mak :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mbak ...aamiin aamiin yaa Rabbal 'alaamiin :)

      Delete
  6. Amin. Tetep semangat terus ya Nak, jangan pernah putus asa, semoga sukses selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin...insyaAllah selalu semangat Om :)

      Delete
  7. Semoga anak anak tumbuh menjadi generasi yang mulia.

    ReplyDelete
  8. Replies
    1. ini nulisnya juga sambil mewek Mbak...hehe

      Delete
  9. Ada do'a yg tulus dari seorang ibu pada anaknya di sini. Terharu..

    ReplyDelete
  10. kalau di lmpu merah tetep dikayuh gak bu,,, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. tergantung yang nyala lampu warna apa dulu?
      hehe

      Delete
  11. Dari ide sederhana menjadi tulisan yang luar biasa.... Keren banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah bisa aja mbak Reni.... makasih mbak :)

      Delete
  12. Doa ibu biasanya selalu manjur. Semoga anaknya bisa langsung mengowes sepedanya dengan semangat.. Ayo!!

    ReplyDelete
  13. Melihat foto diatas, aku jadi ingat masa kecil, waktu belajar bersepeda terjatuh, tapi karena kegigihan akhirnya bisa, begitu juga hidup ya, hehehe... Sudah lama diriku tak bersepeda, terakhir mengayuh benda ini 3 sekitar tahun yg lalu... .)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener Mak, saat kita jatuh harus berusaha bangkit lagi, dan melanjutkan mengayuh sepeda kehidupan ini, hehe

      sama mak, aku bolak-balik janji sama anak2 sepedaan belum terealisasi juga hihi

      Delete
  14. Saya Ikut mengaminkan doa untuk DOA, mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin....aamiin...makasih mbak Myra :)

      Delete

Yuuk saling berbagi, saya menunggu komentar dan saran Teman-teman :)