Friday, 23 January 2015

Kebab oh Kebab

Pagi itu saya ingin sekali makan sesuatu yang pedas-pedas dan sedikit masam, tapi mengenyangkan. Tiba-tiba terlintas gambar seporsi kebab di kepala saya. Hmmm....pasti nikmat sekali.
Hingga waktu siang menjelang sore hari, pemandangan kebab tadi tidak mau hilang dari kepala saya. *mulai lebay*

Kebetulan sore itu waktunya saya mengantar Mas Dani les bahasa Inggris di Persahabatan English Course Tulungagung. Ada waktu 1 jam untuk menunggu si Mas, daripada pulang terus nanti menjemput lagi, biasanya saya menunggu di Masjid Al Munawar sambil shalat Ashar, dan habis shalat sedikit-sedikit online sambil bbm-an. 
Karena saya sedang tidak shalat, saya mengisi waktu dengan memenuhi keinginan saya makan kebab. Sekalian anggap saja sebagai me time. *moduuuss*

Akhirnya setelah menurunkan si Mas di tempat les nya, saya langsung meluncur ke gerai Kebab Madinah yang berlokasi tidak jauh dari tempat les si Mas. Setelah pesanan selesai, saya langsung meluncur ke taman di depan Pendopo Kabupaten Tulungagung. Tujuannya ya duduk-duduk sambil makan kebab, sambil online dan bbm-an tentunya. Alangkah nikmatnya hidup ini!


Di kota kecil seperti Tulungagung ini memang tidak begitu banyak tempat pilihan membeli kebab. Makanan yang berupa roti tortila yang diisi irisan daun selada, mentimun, bawang bombay plus daging kambing, yang diberi saus tomat, sambal, dan mayones, kemudian dipanggang ini, memang termasuk makanan yang agak langka di Tulungagung. 

Berikut penampakan kebab yang saya beli. Tapi sayangnya daging kambing yang dipakai berbentuk kornet, jadi kurang begitu terasa mak nyus dan kenyal-kenyal mak krez seperti kalau menggunakan daging kambing asap yang diiris-iris.

Yah, tapi lumayanlah untuk memuaskan keinginan makan kebab yang gambarnya selalu terlintas di kepala saya sejak pagi, hahaha. Waktu 15 menit sepertinya cukup untuk menghabiskan kebab madinah ini. Oh ya, saya pesan yang porsi sedang per piece-nya Rp.10.000 saja.

Kebetulan waktu itu di depan Pendopo sedang ada acara pertunjukan kreasi Reog Kendang Tulungagung, sehingga waktu berlalu dengan begitu saja. Duduk di taman, sambil online, sambil makan kebab, sambil mendengarkan suara musik reog kendang Tulungagung yang khas. Oh, alangkah nikmatnya, terima kasih ya Allah atas sore yang indah ini.

Ini tweet saya pada sore yang nikmat itu.
Di Taman Pendopo Kabupaten Tulungagung ini setiap hari selalu dipenuhi
oleh para warga yang ingin bersantai. Lokasinya tepat di sebelah utara Alun-alun
Kota Tulungagung.
Eitts!! Sudah jam 4 sore, waktunya menjemput Mas di tempat lesnya.
*****

26 comments:

  1. Melihat penampakan kebabnya rasanya pasti enak. Citarasa gurun pasir berbaur dengan aroma tulungagung. Eh, kok kornet yang dipakai? bukannya daging asap iris tipis-tipis gitu kebabnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mereka pakai kornet daging kambing...lebih sedep kalo pakai daging asap memang :)

      Delete
    2. memang enak loh,, saya sudah pernah nyobain.. aroma kambingnya terasa banget..

      Delete
  2. wih kebab, enak nih..kesukaan aku ama suami aku mbak, harganya pun murah ya cuma 1oribu lumayanlah...jadi pengen kebab nih..harus beli ah ntr hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mbak....kalau sudah kepengen harus dipenuhi biar gak ngeces haha

      Delete
  3. Wah, enaknya makan kebab sambil duduk2 santai di pendopo. BTW kemarin saya juga habis makan kebab, seteah sekian lama. Di deket kosan saya mah banyak tukang kebab, Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak sambil menikmati gamelan reog kendhang.
      di tempatku di kota kecil, jadi gak banyak yg jualan kebab :)

      Delete
  4. Suka sama kebab....makannya anget-anget, Hhhmmm...:)

    ReplyDelete
  5. Mahasiswa ditempatku bekerja sukanya makan kebab. Dia dari Libya P-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kebab memang makanan khas timur tengah :)

      Delete
  6. Siang2, jadi tambah lapar.. Mulai lapar..

    ReplyDelete
  7. enak nih kayaknya, saya pertama kali makan kebab, karena pas jalan-jalan gak tau mau makan apa (gak bisa bedakan mana yang haram dan mana yang halal), jadinya beli kebab saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ternyata enak juga kan? dan yang penting mengenyangkan :)

      Delete
    2. enak mbk, porsinya besar, sausnya banyak sampai jatuh2.

      Delete
  8. enak nih kebabnya... di kampusku juga ada yg jual, tapi beda merek :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi rasanya pasti kurang lebih sama....hehehe

      Delete
  9. wah kebab madinah hehe. saya tahunya kebab turki... oh no jadi pengen kebab - "BPI"

    ReplyDelete
    Replies
    1. kebab madinah mungkin memang kebab lokal di sini aja Mas, hehe...
      yg terkenal memang kebab turki .... hayuk cepetan beli :D

      Delete
  10. bisa ga dalemnya gapake timun sama selada terus dagingnya ayam ? :( .. gasuka timun, selada, dan daging kambing ..okelah kalau daging sapi

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa banget mbak, ada yang daging sapi juga, tapi bikin sendiri...hihi
      kalau pengen yg isinya ayam, beli aja CHICKEN WRAP di resto cepat saji, dan kalau gak suka selada sama timunnya bilang aja isinya cuma ayam.... aku sama anak2 juga suka beli chicken wrap, hampir sama dengan kebab rasanya, cuma dagingnya ayam :)

      Delete
  11. Elap iler, pengen bgt kebab yg anget2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sluuuuuurphh......apalagi pas hujan2 kayak gini ya Mbak :)

      Delete

Yuuk saling berbagi, saya menunggu komentar dan saran Teman-teman :)